Love bird atau burung cinta, kini
menjadi primadona bagi para kicau mania. Selain memiliki corak warna cerah yang
beraneka ragam, burung cinta juga memiliki suara kicau yang merdu dan cerewet.
Burung paruh bengkok yang berasal dari Madagaskar, Afrika tersebut, jika
berpasangan, maka tingkah lakunya mirip manusia yang tengah dirundung asmara,
karena selalu berduaan memadu kasih, tanpa mau meninggalkan kekasihnya. Karena
itulah, dinamakan burung cinta.
Ada beragam jenis love bird, yang
diburu kicau mania, diantaranya lutio mata merah, berwarna dasar kuning, kepala
oranye dan berparuh merah. Kemudian love bird jenis blorok yang warna dasarnya
mirio lutio mata merah, tetapi berbulu semu-semu hijau, kuning dan biru.
Kedua jenis love bird ini, paling
populer dan banyak diburu kicau mania. Bahkan, harga jualnya juga relatif
mahal. Untuk lutio mata merah, harga anaknya saja mencapai 3 Juta Rupiah.
Sementara yang dewasa bisa laku hingga 6 Juta Rupiah perpasang. Love bird jenis
blorok, harga jual anaknya mencapai 4 Juta Rupiah, tetapi setelah dewasa bisa
laku terjual 7 Juta Rupiah per pasang.
Mahalnya harga jual jenis burung yang
selalu berpasangan ini, disebabkan tingginya permintaan, tetapi sangat sedikit
yang berhasil membudidayakannya.
Untuk membuahkan hasil maksimal, perlu
di buatkan kandang penangkaran berkotak-kotak sepeti ukuran panjang lebar 150
CM dan tinggi 300 CM. Cara ini akan mempermudah perawatan karena tidak repot
lagi untuk memindahkan masing-masing media pakan.
Kendala budidaya love bird adalah
sifatnya yang suka berkelahi untuk memperebutkan pasangannnya dan dalam
memperbutkan tempat untuk bertelur.
Subino, salah seorang pembudidaya love
bird, asal Kelurahan Randu Agung, Kecamatan Kebomas Gresik, Jawa Timur
mengatakan, masih jarang warga yang menggeluti love bird, meskipun permintaan
pasar relatif tinggi, sehingga harganya relatif mahal pula. “Padahal, ini
bisnis sangat menggiyurkan yang jarang di lirik orang”, ujar Subino
Semula Subino memasarkan love bird
produksinya ke Surabaya dan kota-kota besar lainya, tetapi sekarang tidak lagi,
karena produksi terbatas. Bahkan, para pecinta burung cinta, kini langsung
datang ke rumah tinggalnya yang dijadikan pusat penangkaran.
Source : berita86.com
