Laman

Koq Menurut Saya? Bukan Menurut Allah


Sholat Subuh berjamaah di Masjid Nurul Ashri Ahad pagi, 21 Januari 2011 lalu, betul-betul banyak yang datang. Lebih ramai dari biasanya. Wajar, orang-orang berdatangan untuk mendengarkan taushiyah dari seorang Ustadz yang sudah tak asing lagi bagi kita. Beliau adalah Ustadz yang selalu mengajak kita untuk kembali pada Alloh dalam memohon segala sesuatu dengan diiringi sedekah sebagai jalan kemudahan pertolongan Alloh. Pria kelahiran 1976 ini hadir kembali di masjid kita tercinta, yang terletak di Deresan. Beliau adalah Ustadz Yusuf Mansur.

Beliau menyampaikan pentingnya membaca sholawat untuk mengiringi doa yang kita haturkan pada Alloh karena Alloh Subhaanahu wata’ala pun bersholawat pada Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam. Jika kita berdoa disertai dengan sholawat, maka doa tersebut akan cepat naik ke langit. Banyak bersholawat kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam juga merupakan bukti kecintaan kita pada Beliau atas perjuangan yang telah Beliau lakukan untuk menegakkan panji-panji Islam di muka bumi sehingga kita dapat merasakan nikmatnya Iman dalam Islam. Alhamdulillaah... Allohumma Shollii ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad.

Dalam acara tersebut, Ustadz Yusuf Mansur juga sempat mendapat kritikan yang disampaikan melalui tulisan dari seorang jamaah. Kritian tersebut dibacakan keras-keras oleh Beliau. Isinya kurang lebih begini, “Ustadz...ustadz... koq Ustadz kalau menyampaikan sesuatu selalu menurut saya, menurut saya. Koq menurut saya? Bukan Qoola rasuul atau Qoolallahu ta’ala?” Tentu saja kalau saya yang ditanya begini, saya sudah gak bisa menjawab. Mati kutu, hehehe. Tapi bagaimana dengan Ustadz Yusuf Mansur?

Inilah jawaban Beliau, “Menurut saya itu adalah menurut bahasa kita, bahasa manusia, bahasa terjemahan manusia. Jadi menurut saya sesuai Alloh dan Rasul. Aslinya ya menurut Alloh dan Rasul. Hanya saya sampaikan dengan bahasa saya. Sekarang kalau bilang, ‘itu rumah saya beli kemarin’. Bisa diprotes orang donk. Itu kan rumah dibelipake uang yang dikasih sama Alloh. ‘Ini punya siapa? Punya saya. Nggak. Itu punya Alloh.’ Lalu bilang, ‘Itu anak-anak saya’. Syirik namanya. Kan anak-anak milik Alloh yang dititipin pada kita. Selesai sudah. Maka, kalau saya bilang menurut saya, itu hanya menyampaikan dengan bahasa saya sebagai manusia.” Subhaanalloh...

Acara yang digelar selepas sholat berjamaah ini berakhir sekitar pukul 6.30 pagi. Selesai memberikan taushiyah di masjid tersebut, Ustadz Yusuf Mansur beserta Maz Jody pemilik Waroeng Steak Group segera bersiap untuk mengisi acara selanjutnya, “Semua Orang Bisa Jadi Pengusaha”.

Semoga tidak kemarin subuh saja, Masjid Nurul Ashri dipadati jamaah. Tapi juga subuh-subuh berjamaah berikutnya, baik di masjid tersebut maupun di masjid-masjid lainnya. Jika, para muslim (laki-laki beragama Islam) serentak memadati masjid-masjid pada sholat subuh berjamaah, maka Islam pasti kuat dan solid insya Alloh. Semoga impian ini segera terwujud, aamiin.. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...