Kampoeng Qur’an. Pernahkah Anda berkunjung ke Kampoeng Qur’an? Sebuah kampung yang berada di Yogyakarta, tepatnya di sebuah daerah di Depok, Sleman. Kampung itu bernama Deresan, di Dusun Santren. Dahulu daerah tersebut memang mempunyai banyak santri, sehingga dinamakan Santren, yang rajin melakukan ‘nderes’ (dari kata tadarrus yang berarti membaca Qur’an). Akhirnya diberilah nama Deresan dari kata ‘nderes’ tadi. Tapi setelah berapa tahun berlalu, nama itu tinggal nama karena tidak banyak lagi yang terlihat mengaji dimasjid, hingga hadirnya Rumah Tahfidz PPPA di sana.
Kita semua tentu sudah tak asing dengan program ‘Rumah Tahfidz’ yang diadakan oleh Ustadz Yusuf Mansur di berbagai kota. Begitu pula di Yogyakarta yang terkenal nyaman dan berpenduduk ramah-ramah insya Alloh. Rumah tahfidz ini dibangun di daerah Pogung, suatu daerah yang dikenal sebagai pusatnya asrama dan kost mahasiswa di sana. Selain di daerah Pogung, rumah tahfidz juga dibangun di daerah Piyungan dan Deresan. Nah, di Deresan inilah yang menurut saya paling ramai dan memberi warna tersendiri di Deresan maupun pada masyarakat sekitarnya.
Semuanya berawal sejak tahun 2010, rumah tahfidz dengan disupport para donatur, berdiri di Deresan dengan menempati dua buah rumah di Deresan III. Santriwan santriwatinya dibimbing para assatidz (guru), menghapal Al-Qur’an di Masjid Nurul Ashri yang terletak di depan rumah yang mereka tempati. Selain menghapal, mereka pun juga sholat berjamaah lima waktu. Ditambah para ustadznya yang hapal Qur’an sebagai imam, menambah dinamika sholat berjamaah. Belum lagi masjidnya yang luas, adem, dengan kolam ikan koi sebagai ikon masjid tersebut semakin membuat banyak orang yang senang berjamaah di sana.
Sekarang ini rumah tahfidz semakin ramai hingga membeli rumah besar bertingkat seharga lebih dari 3M di barat masjid. Kegiatan-kegiatan yang mereka adakan di masjid itupun semakin bervariatif dan semuanya bersifat mengajak untuk semakin mencintai Al-Qur’an. Deresan pun tak lagi tinggal nama, tapi betul-betul menjadi doa. Bahwa di sana banyak orang yang senang membaca Al-Qur’an, mempelajari isinya, menghapalnya, dan mengamalkannya insya Alloh. Deresan, kampung dimana saya dibesarkan di sana sejak bayi, Alhamdulillah seizin Alloh menjadi Kampoeng Qur’an. Ahh,,,jadi ingat kampung halaman. Tiba-tiba terbayang masa kanak-kanak yang indah dibawah asuhan ibunda tercinta... :)
